8 Tips Buka Toko Kelontong Kecil Kecilan di Rumah, Modal Kecil

8-Tips-Buka-Toko-Kelontong-Kecil-Kecilan-di-Rumah-Modal-Kecil
Foto dari Amartha

Toko kelontong adalah warung yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Keberadaannya penting, tetapi sering dianggap sebelah mata. Pengelolanya dianggap melakukan pekerjaan yang tidak bergengsi dan penghasilannya tidak menentu. Padahal hal itu hanyalah persepsi sempit saja.

Setiap pekerjaan punya konsekuensinya sendiri. Kamu pasti sudah sering melihat bagaimana penjual sayur keliling dan pengelola toko kelontong kecil-kecilan bisa menghidupi keluarganya selama bertahun-tahun. Ini karena penghasilan mereka dari untung memang tidak seberapa besar, tetapi jika dikalikan dengan frekuensi transaksi, penghasilan mereka pun bisa dibilang menjanjikan. Tak kalah dengan pekerja kantoran. Bila Kamu tertarik atau terpikir untuk membuka usaha kelontong, ikuti tips-tips berikut. Bisa dengan modal kecil, kok.

1. Buat rencana dan lakukan riset

Rencana di sini antara lain mencakup perhitungan modal yang dipunya, lokasi pembukaan toko, target pembeli, ketersediaan supplier barang, kuantitas barang yang akan dibeli. Begini rinciannya.

  • Kepemilikan modal

Sebenarnya toko kelontong bisa dimulai dengan modal kecil-kecilan. Kamu wajib tentukan dulu lokasi yang bakal dipakai. Bila masih di area bangunan rumah, berarti harus ada dana yang dikeluarkan untuk merenovasi, setidaknya untuk mengecat dinding dan membuat pintu toko yang aman. Namun, bila ingin membuka di tempat yang lebih representatif, uang sewa lapak atau bangunan pun wajib dipikirkan masak-masak. Sisihkan pula modal untuk setidaknya membeli sejumlah stok barang yang menurut Kamu bakal cepat terjual habis dalam waktu singkat.

  • Lokasi toko

Untuk awalan, Kamu bisa memanfaatkan ruang kosong di depan rumah. Ini bisa menghemat banyak biaya. Tinggal lakukan renovasi agar ruang menjadi lapang dan bersih, sehingga memudahkan saat proses penataan. Lakukan ini sebelum stok barang datang.

2. Siapkan juga kemungkinan terburuk

Hal-hal di atas adalah elemen penting dalam sebuah riset bisnis. Termasuk warung kecil kecilan ini. Jangan anggap enteng. Selain itu, jangan lupakan pula jalan keluar darurat misal rencana Kamu tidak berjalan sesuai rencana. Kegagalan bisa terjadi karena beberapa hal, salah perhitungan dan adanya potensi pesaing yang terlalu kuat.

3. Tips memilih produk

Membedakan toko kelontong kecil-kecilan Kamu dengan yang lain bisa dimulai dengan pilihan produk sembako yang kualitasnya baik. Berikut aspek kendali mutu yang bisa dilakukan Kamu sebagai pengusaha kelontong.

  • Pilih produk yang sudah punya nama di pasaran, jadi lebih mudah dijual
  • Selalu perhatikan tanggal kadaluarsa barang saat membeli dari supplier. Jangan terima barang yang sudah hampir melewati masa pakai.
  • Bila ada pesaing, coba teliti produk yang belum tersedia di toko-toko lain dan jadikan itu celah untuk menyediakannya di toko Kamu.
  • Coba kerja sama dengan produsen lokal baru, tetapi produknya berkualitas baik. Kamu bisa gunakan media sosial untuk meriset beberapa produsen sembako lokal yang belum banyak mendistribusikan produknya di kota Kamu. Coba beli sampel produknya dan andalkan selera tinggi Kamu untuk menentukan apakah produk tersebut layak dijual atau tidak. Bila perlu coba minta bantuan kerabat atau tetangga untuk ikut menilai. Jika hasilnya positif, silakan jadikan mereka supplier. Merek baru yang belum dijual di manapun bisa jadi nilai plus untuk usaha kelontong baru Kamu.

4. Desain toko yang representatif dengan tata letak yang memudahkan barang terlihat

Selain inovasi warung kelontong seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya. Kamu juga perlu kepiawaian untuk menata toko agar mudah diakses. Baik oleh pembeli dan penjual sekaligus. Tergantung kondisi, Kamu punya dua opsi antara menjadikan toko kelontong tersebut mirip swalayan yang pembelinya bisa memilih dan mengambil barang sendiri atau toko yang penjualnya dilayani penuh oleh pengelola.

Apapun itu, pastikan barang terlihat jelas dan mudah diakses setidaknya oleh pengelola atau penjaga toko. Tata barang yang kiranya bisa digantung, diletakkan di belakang atau di depan, atau butuh penjagaan ketat karena harganya lebih mahal.

Bisa pula adopsi desain kekinian agar toko kelontong Kamu lebih menarik. Pilih cat yang netral dan perabot yang minimalis saja. Tidak perlu terlalu banyak ornamen tidak perlu di dalam toko.

5. Jaga kebersihan toko dan Kamu sendiri sebagai pengelola

Pastikan pula toko sembako Kamu dalam keadaan bersih dan kering. Sembako dan barang kebutuhan sehari-hari adalah produk yang mudah sekali rusak bila penyimpanannya tidak tepat. Pastikan mereka disimpan di tempat kering dan teduh, tidak terkena sinar matahari langsung. Selain bagian dalam, tak lupa bersihkan pula bagian luarnya.

6. Berikan layanan yang terbaik, ramah tapi tegas

Sebagai pengusaha yang menawarkan barang, Kamu wajib memberikan pelayanan yang terbaik. Kondisikan untuk tetap ramah dalam keadaan apapun. Namun, jangan sampai melupakan ketegasan. Sudah banyak toko kelontong yang gulung tikar karena tidak bisa menolak pembeli yang terus berhutang dan tidak berniat membayarnya.

Selain pembeli yang menyebalkan, kesalahan juga ada di pengelola toko yang kurang tegas. Terapkan batasan hutang yang diperbolehkan dan tolak jika sudah melebihi kuota tersebut. Jangan lupa untuk dicatat dengan tertib agar tidak terlewat. Pun bila perlu ingatkan mereka saat datang kembali untuk belanja.

7. Pastikan pembukuannya tertib

Pembukuan adalah hal penting dalam suatu usaha. Kamu bisa menggunakan bantuan aplikasi atau mencatatnya secara manual. Semua terserah preferensi masing-masing. Namun, jangan sampai ada alur pemasukan dan pengeluaran yang terlewat. Pembukuan atau rekaman transaksi sangat krusial untuk perkembangan toko kelontong. Dengan melihat data tersebut, Kamu bisa tahu barang mana yang paling laku dan mana yang sebaliknya, kurang diminati. Apa saja yang membuat pengeluaran Kamu membengkak dan lain sebagainya. Jangan lupa hitung biaya operasional seperti tagihan listrik dan biaya sewa bila ada.

8. Siapkan diri untuk bersaing di era digital

Di era pandemi seperti sekarang, banyak orang memilih untuk belanja secara daring atau online. Kamu yang baru memulai usaha toko kelontong kecil-kecilan pun wajib mengikuti zaman. Selain coba sediakan metode pembayaran non-tunai.

Modal buka warung kelontong bisa beragam tiap pengusaha. Semua didasarkan pada pengalaman masing-masing. Tidak ada patokan pasti. Kalau ada modal, tempat, tenaga, dan pikiran, mulai dulu, yuk. Siapa tahu ini adalah jalan pembuka rezeki buat Kamu semua.

Dahulu untuk meminjam sejumlah uang, kita harus bertatap muka langsung atau datang ke bank untuk mengurus pengajuan. Sekarang semua sudah berubah! Sekarang, semua bisa dilakukan melalui gawai, yakni melalui peer to peer lending (P2P), platform pinjam-meminjam uang secara online. Salah satu yang menyediakan jasa ini adalah Amartha.

Amartha adalah salah satu perusahaan fintech atau teknologi finansial P2P di Indonesia. Perusahaan investasi crowdfunding Indonesia ini menyediakan situs web yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro dan kecil di pedesaan. Lewat perusahaan ini, pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal kerja untuk tumbuh akan terhubung dengan pendana yang mencari alternatif pendanaan yang lebih menguntungkan dibanding instrumen pendanaan konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.